Aku Telah Melihat Tuhan!

Aku Telah Melihat Tuhan!

Belum ada komentar 8 Views

Sebuah ironi terjadi di makam Yesus di Minggu pagi, hari ketiga setelah Yesus mati disalibkan dan dikuburkan. Pada saat itu Yesus menampakkan diri, menyatakan kebangkitan-Nya kepada Maria. Namun Maria memilih untuk membelakangi-Nya, karena mengira Dia adalah tukang kebun. Maria larut dalam kesedihannya sendiri. Ia datang ke kubur kemungkinan besar untuk menuntaskan perawatan jasad Kristus, karena mereka menguburkan-Nya secara terburu-buru berhubung persiapan hari Sabat. Dan tentunya juga untuk menengok kubur orang yang paling dicintainya, serta meratapi-Nya. Maria datang untuk melawat Yesus yang mati, bukan untuk menemui Yesus yang hidup. Sehingga ia tidak mengenali Yesus yang menyatakan diri kepadanya.

Ironi yang sama bisa terjadi pada kita saat ini. Kita dapat gagal mengenali Yesus yang bangkit dan hadir dalam hidup kita. Karena kita larut dalam persoalan kita sendiri-sendiri. Karena kita memilih untuk membelakangi-Nya, sebab tak mampu melepaskan pandang kita dari berbagai kepentingan dan dambaan. Bahkan kita luput bertemu dengan Kristus yang bangkit karena kita tidak sungguh-sungguh mencari-Nya.

Syukur Yesus tidak menghendaki anak-anak-Nya tidak mengenali-Nya. Ia memanggil Maria dengan namanya: “Maria…!” Dan Maria pun mengenali Tuhannya: “Rabuni…!” Kebangkitan Yesus mengubah kesedihan Maria menjadi sukacita yang total. Maria telah melihat Tuhan! Dan saat ini pun Ia memanggil kita dengan nama kita, agar kita mengenali-Nya, agar kesedihan dan masalah kita diubah menjadi sukacita yang utuh dalam nama-Nya. Agar kita dapat berkata dengan mantap bahwa kita telah bertemu dengan Dia!

Dan seperti pada Maria, Yesus tidak menghendaki sukacita kita berhenti pada diri kita. Sebagaimana yang terjadi pada Maria (ayat 17), IA mengutus kita untuk membagi sukacita itu dengan orang lain. Kita dipanggil untuk mempersaksikan kasih anugerah Tuhan dalam Kristus, dengan menyatakan: “Aku telah melihat Tuhan!”, melalui setiap aspek kehidupan kita, dalam setiap kesempatan, serta di mana pun Tuhan menempatkan kita.

Selamat Paska!

 

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • demikian
    Perbuatlah Demikian
    Lukas 10:25-37
    Kisah “Orang Samaria yang murah hati” ini sangatlah terkenal. Setelah berkisah, Yesus bertanya kepada ahli Taurat yang mendengar-Nya, “Siapakah...
  • menjadi jawaban
    Menjadi Jawaban Atas Doa Kita Sendiri
    Lukas 10:2-3
    Setelah berujar, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit,” Yesus menasihati para murid-Nya untuk berdoa dan meminta kepada Allah, “Mintalah...
  • kenyamanan
    Melepaskan kenyamanan demi ketaatan
    Lukas 9:51-62
    Yustinus Favius dieksekusi mati oleh kaisar Markus Aurelius pada tahun 165 bersama 6 orang temannya. Dia percaya kematian di...
  • kasih karunia
    Allah Yang Sabar Dan Penuh Kasih Karunia
    Yesaya 65 :1-9
    Sebuah kisah tentang seorang petani mempunyai seorang anak yang tidak pernah membantu ayahnya bekerja di ladang mereka. Akibatnya ia...
  • pengharapan
    ALLAH Trinitas dan Pengharapan Masa Depan
    Roma 5:1-5, Yohanes 16:12-15
    Alkitab menyatakan bahwa menjadi Kristen dan beriman kepada Allah Trinitas tidaklah mudah. Penolakan, pengucilan dan hal-hal yang buruk mungkin...
Kegiatan