4DO 2014

4DO 2014

Belum ada komentar 214 Views

4doJuli lalu, Komisi Remaja GKI Pondok Indah kembali mengadakan acara 4 Days Out (4DO) bertempat di Mutiara Carita, Labuan, Banten. Pada tanggal 26 Juli pagi, seluruh peserta yang berjumlah kurang lebih 90 orang berkumpul di Plaza Gereja untuk bersama-sama berangkat pada pukul 07.00. Dengan diawali doa, perjalanan dari Pondok Indah ke Mutiara Carita ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 jam.

Sesampai di sana, para peserta disambut udara dan suasana pantai yang indah, yang jarang ditemui di Jakarta. Selanjutnya, mereka mengikuti serangkaian ice breaking games yang bertujuan untuk lebih mencairkan suasana antar peserta dan membuat setiap peserta lebih berinteraksi satu sama lain. Acara 4DO ini merupakan sarana bagi para peserta untuk makin mengenal dan mendekatkan diri dengan Tuhan melalui berbagai sesi, games, serta sharing group; sehingga setiap kali sebuah sesi akan dimulai, mereka diminta untuk menitipkan handphone dan gadget ke Panitia dan akan dikembalikan setelah sesi berakhir. Tujuannya supaya seluruh peserta benar-benar fokus mengikuti rangkaian acara. Namun, jika ada kebutuhan darurat, orangtua peserta tetap dapat menghubungi Panitia ke nomor yang sudah diinformasikan sebelumnya.

Tema umum yang diangkat dalam 4DO 2014 adalah “FRUITFUL GENERATION: Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah Dalam Tuhan”. Tema ini dikupas satu per satu dan diturunkan menjadi tema harian selama empat hari. Tema 4DO 2014 didasarkan dari Kolose 2:6-7, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”

Tema hari pertama adalah Berakar. Melalui tema ini para peserta diajak untuk mempelajari, mengerti, dan merasakan secara pribadi bahwa Berakar dalam Tuhan tidak akan pernah terlepas dari relasi dan pengenalan akan Tuhan. Jadi, tidak mungkin seseorang mengklaim bahwa dirinya sudah bertumbuh secara rohani atau sudah dewasa secara rohani apabila ia tidak belajar mengenal Tuhan dengan merenungkan firman-Nya melalui saat teduh setiap hari.

Pada hari pertama, acara diisi dengan sesi mengenai “Mengenal Karakter Kristus: Melayani Dengan Hati” yang disampaikan oleh Ibu Caroline Tehupeiory. Dalam sesi ini dijelaskan secara menyeluruh bagaimana melayani dengan hati beserta contoh-contoh aplikatif bagi para peserta. Sesi ini bertujuan supaya para peserta mengenal dan memahami karakter Kristus yang selalu melayani dengan sepenuh hati. Mereka juga diajak untuk memiliki kemauan dan kesadaran sendiri untuk melayani Tuhan dengan tulus ikhlas.

Tema hari kedua adalah Bertumbuh. Para remaja Kristen dapat dikatakan bertumbuh jika ada tindakan nyata yang dilakukan berdasarkan firman dan kehendak Tuhan, dan didasari dengan ketulusan hati, bukan karena terpaksa atau mengejar kepentingan pribadi. Bertambah teguh dalam iman juga merupakan tanda bahwa seseorang bertumbuh di dalam Tuhan. Hari kedua dimulai dengan saat teduh yang tempatnya bebas ditentukan oleh para peserta, apakah mau di dalam bungalo atau di pondokan pinggir pantai.

Hari kedua diisi dengan outdoor activity. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan kemudian harus mengikuti instruksi dan petunjuk yang diberikan. Outdoor activity yang dilaksanakan bukan hanya sekadar mengajarkan kerja kelompok yang baik, melainkan terlebih dari itu, bagaimana para peserta mempraktikkan melayani dengan hati dalam permainan yang diadakan. Melayani dalam permainan yang diadakan lebih kepada konteks bagaimana para peserta menyelesaikan instruksi-instruksi yang diberikan dengan memperhatikan dan rela membantu teman sekelompok mereka jika mengalami kesusahan, sekalipun ada risiko yang harus ditanggung. Dalam hal inilah melayani dapat mereka implementasikan. Pada malam harinya, para peserta masuk dalam sharing group untuk membahas pengalaman yang diperoleh dalam outdoor activity serta diajak untuk mengambil komitmen sederhana yang bisa dilakukan terkait melayani.

Tema hari ketiga adalah Berbuah. Sama dengan hari sebelumnya,hari ketiga dimulai dengan saat teduh yang tempatnya bebas ditentukan oleh para peserta. Pada hari ketiga, para peserta melakukan outreach ke tempat yang berbeda. Melalui outreach mereka diajak untuk berbagi kepada sesama yang kondisinya berbeda dengan mereka. Mereka diajak untuk peka, menghargai sesama, selalu bersyukur atas apa yang dimiliki, dan menjadi berkat bagi sesama. Dalam kegiatan ini, mereka dibagi dalam tiga kelompok: kelompok pertama ke Pesantren Nurul Fikri, kelompok kedua ke PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Mardi Yuana, dan kelompok ketiga ke Gereja Pentakosta Rahmat yang berlokasi tidak jauh dari Mutiara Carita. Kegiatan di tempat-tempat ini berbeda-beda, sehingga setelah semua peserta kembali berkumpul, mereka membagikan pengalaman yang telah mereka peroleh. Berikut ini kegiatan yang dilakukan di setiap tempat.

Gereja Pentakosta Rahmat
GPR Carita adalah satu dari sedikit gereja yang berlokasi di daerah Anyer. Gereja tanpa papan nama di depannya ini telah berdiri sejak akhir 1980-an. Para remaja sudah mempersiapkan beberapa pekerjaan ringan yang akan dilakukan bersama rekan-rekan dari GPR, antara lain membuat boneka tangan dan juga mengecat aula kecil yang ada di sana. Setelah beraktivitas bersama, mereka mendengarkan pengalaman Pendeta Markus dan keluarganya dalam menjadi “garam dan terang” bagi masyarakat sekitarnya. Kehidupan bergereja di Carita sangatlah berbeda dengan apa yang para remaja biasa alami di Jakarta. Dengan pengalaman ini, mereka diharapkan bisa lebih mensyukuri berkat Tuhan dan lebih bersemangat lagi dalam melayani Tuhan.

PAUD Mardi Yuana
Di PAUD Mardi Yuana, para remaja disambut oleh puluhan siswa/i PAUD yang berusia 3-5 tahun. Mereka disuguhi beberapa tarian dan nyanyian yang telah dipersiapkan sebelumnya. Beberapa permainan juga telah disiapkan para remaja untuk dimainkan bersama-sama. Di PAUD, mereka belajar untuk bersyukur atas apa yang Tuhan telah sediakan. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, siswa/i PAUD masih dapat menikmati berkat Tuhan.

Pesantren Nurul Fikri
Pada saat kunjungan ke Pesantren Nurul Fikri, sayang sekali para santri sudah memasuki masa liburan, sehingga para remaja tidak dapat berjumpa langsung dengan mereka. Akan tetapi, ada beberapa ustad (staf pengajar) yang masih belum berlibur. Mereka menyambut para remaja GKI Pondok Indah dan juga menemani mereka mengelilingi fasilitas pesantren yang sangat luas ini.

Memperkenalkan hidup yang berbagi dan saling menjaga di pesantren kepada para remaja cukup menarik. Diawali dengan pembahasan mengenai topik bullying, para remaja diajak berdialog mengenai kasus yang marak terjadi belakangan ini. Setelah kunjungan dan dialog tersebut, para remaja diharapkan bisa lebih luwes lagi dalam bergaul, tanpa memandang senioritas.

Pada malam harinya, para peserta masuk dalam sharing group untuk membahas dan membagikan pengalaman yang diperoleh selama outreach di tempat-tempat yang berbeda. Acara dilanjutkan dengan Praise and Worship kemudian kesaksian dari Ria Natalia (tergabung dalam Indonesia Mengajar) yang pernah hidup selama 14 bulan sebagai guru di pedalaman Majene, Sulawesi Barat. Melalui kesaksiannya, para peserta dapat memahami berbagai tantangan hidup yang dihadapi Ria Natalia di sana, mulai dari penduduk setempat yang tidak bisa berbahasa Indonesia sama sekali, sampai penolakan dari masyarakat karena penduduk mengetahui bahwa dia beragama Kristen.

Sekalipun tujuannya untuk memberi pelajaran kepada anak-anak di Majene secara gratis, pada awal kedatangannya, Ria Natalia ditolak oleh masyarakat setempat. Melalui kesaksiannya, diharapkan para peserta tergerak untuk menjadi berkat bagi orang lain dan tidak menjadikan usia yang masih muda sebagai alasan untuk menunda menjadi saluran berkat. Tidak perlu mulai dengan hal-hal yang besar. Meskipun mulai dengan sesuatu yang kecil, jika dilakukan dengan tulus ikhlas dan terus-menerus akan menghasilkan dampak yang besar dan berguna bagi orang lain. Acara Praise and Worship ditutup dengan rangkuman seluruh kegiatan hari ketiga serta ajakan untuk membuat komitmen pelayanan yang disampaiskan oleh Pdt. Tohom Marison dari GKI Kebayoran Baru.

Tidak terasa waktu berjalan sangat cepat sehingga tibalah hari terakhir 4DO 2014. Pada hari keempat, keseluruhan tema harian (Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah dalam Tuhan) dirangkum dalam Ibadah Minggu yang dipimpin oleh Pdt. Tohom Marison. Melalui rangkuman ini, diharapkan para peserta mengerti, memahami, dan mau mengimplementasikan apa yang diperoleh selama 4DO dalam kehidupan sehari-hari. Mereka didorong untuk mengatakan “Ya” untuk segala hal yang baik dan berkenan di hadapan Tuhan dan terus mengembangkan hal-hal yang benar serta berkomitmen penuh untuk terus melakukannya. Mereka juga didorong untuk berani dan teguh berkata “Tidak” untuk segala hal yang menghambat mereka untuk berakar, bertumbuh dan berbuah dalam Tuhan.

Bagi teman-teman Remaja, kini waktu-nya untuk mengimplementasi-kan seluruh hal yang diperoleh selama 4DO kemarin dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita terus berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam Tuhan.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Antar Kita
Kegiatan